Informasi / Pelatihan / Penelitian

“DIDIKAN YANG MENDATANGKAN PANDAI (Kebenaran, Keadilan, dan Kejujuran),Amsal 1 : 3“ Oleh Frits Morin, S.Th

Pengantar

Kitab Mazmur memperlihatkan umat Tuhan berlutut,memanjatkan doa,menyembah serta memuji Tuhan.Di dalam Kitab Amsal mereka berdiri tegak,dan melangkahkan kaki mereka ke seluruh dunia.Bagi para penulis Kitab Amsal,kesalehan di ibaratkan mengenakan pakaian kerja.

“ Orang Yahudi mengibaratkan Kitab Amsal dengan pelataran luar Bait Suci ; Penghotbah dengan tempat Suci ; Kidung Agung dengan tempat Maha Kudus,…dst.

Pada zaman bangsa-bangsa timur purba,orang-orang bijak memiliki fungsi yang cukup luas,mulai dari hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan sampai dengan pendidikan,sering ia juga berwenang memberikan petunjuk kepada kaum muda dalam hal-hal yang berhubungan dengan agama serta hal-hal yang praktis.Pada zaman Nabi Yeremia,kedudukan “ orang-orang bijak “ di Israel adalah sama dengan seorang nabi atau seorang imam,atau penasihat tentang wahyu Allah ( Yeremia 18 : 18ᵃ ).Akan tetapi,orangtua juga diharapkan agar mereka memberikan nasihat yang baik dan bijak kepada anak-anak mereka ( Amsal 2 : 1 ; 3 : 1 ; 4 : 1 dll ).

Kata Amsal merupakan terjemahan langsung dari bahasa Ibrani “ Ma’sal” yang di artikan sebagai “ menggambarkan “ atau Menyerupai, “ diterjemahkan dengan ‘perumpamaan ‘ didalam Yehezkiel 17 : 2.Tuhan Yesus dalam perumpamaan-Nya sesungguhnya mengajarkan dengan cara yang terdapat didalam Kitab Amsal.Kadang-kadang terdengar bunyi Amsal bergema dalam ajaran-Nya,misalnya mengenai mereka yang ingin menduduki tempat-tempat kehormatan ( Amsal 25 : 6 – 7 ),atau tentang hari depan orang kaya yang bodoh ( Amsal 27 : 1 ).Yesus memberi jawaban kepada Nikodemus atas pertanyaan Agur ( Amsal 30 : 4 ) didalam Yohanes 3 : 13.

Kitab Amsal memuji Allah Sang Pencipta yang berkuasa atas pemimpin-pemimpin dunia.Sejarahpun ada dibawah kekuasaan-Nya untuk memenuhi tujuan serta keputusan-Nya (Amsal 16 : 4,33).Walaupun ditulis dalam masa yang lampau sebelum kedatangan ‘seorang yang lebih bijak daripada Salomo ‘,Kitab Amsal telah bersabda tentang kedatangan Kristus,” Hikmah Allah “ (Amsal 3 : 19).Yesus menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia didalam seluruh Kitab Suci harus digenapi (Lukas 24 : 44).Maka,dengan mempelajari perkataan-perkataan ini,yang ditulis tiga ribu tahun yang lalu,hendaknya kita dapat mengetahui secara lebih dalam tentang Yesus.

Dari bentuk dan isinya,yang memperlihatkan himpunan Hikmah atau pemikiran – pemikiran dan petunjuk para penulis yang pengetahuannya tidak hanya luas akan Hukum-Hukum Tuhan tetapi mampu diiterapkannya dalam segenap hidup, dan di sajikan bergaya perumpaan – perumpamaan serta puisi – puisi yang mengagumkan, Kitab Amsal mengartikan kata “ hikmah” tidak hanya “ Akal Budi”.

Para pengarang tidak menguraikan secara terperinci kabar keselamatan Tuhan,ataupun arti dan tujuan alam semesta.Sesungguhnya kita tidak mendapatkan “Beginilah Firman Tuhan!”Namun seperti Para Nabi,sering mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang lebih dalam daripada pemahamannya,ucapan yang ‘menantikan interpretasi pada waktunya’.Seperti yang tertulis dalam II Timotius 3 : 16,”Segala tulisan,termasuk Amsal,diberikan menurut ilham Allah dan berguna untuk mengajarkan kebenaran serta melengkapi kita untuk melakukan segala macam pekerjaan yang baik”.Kita memulai pelajaran Kitab Amsal ini dengan berusaha untuk tumbuh dalam kebijaksanaan dan dalam pengenalan akan Tuhan serta hidup dengan hati terbuka untuk menerima kebaikan dan karunia Allah_ serta hikmah-Nya.

Dalam karir puncaknya sebagai Raja,ia sendiri adalah perwujudan dari “ Hikmat “ tersebut. Ia mengasihi Tuhan ( I Raja- raja 3 : 3 ), ia berdoa untuk menerima hati yang dapat membedakan yang baik dan jahat ( I Raja- raja 3 : 9, 12 ). Hikmatnya adalah karunia dari Allah ( 1 raja – raja 4 : 29 ) dan disertai kerendahan hati yang sungguh-sungguh ( 1 raja 3 : 7 ). Bukti bahwa Salomo benar – benar berhikmat adalah ‘mengambil keputusan yang benar dan tepat dalam persidangan (1 Raja – raja 3 : 16 – 28 ) dan cara berdiplomasi dengan baik untuk menyelesaikan suatu masalah (1 Raja – raja 5: 12)’ itulah sebabnya ia di sebut sebagai Bapa atau rajanya orang – orang berhikmat.

Salomo mengakui bahwa ia perlu lebih banyak pengetahuan dari yang ia miliki,maka ia memohon supaya Allah memberikan hati yang penuh pengertian dan hikmah kepadanya,yang dikaruniakan Allah kepadanya dengan berlimpah-limpah.Seperti kata Yakobus bahwa Allah Bapa kita selalu bersedia memberikan kebijaksaaan dengan murah hati kepada mereka yang memohonkannya.Karena semua orang yang percaya kepada Yesus telah dipilih sebagai umat milik Allah sendiri (I Petrus 2 : 9),maka masing-masing memerlukan hikmah dari Allah agar supaya ia hidup menurut jalan-Nya didalam dunia yang menghina ketetapan-ketetapan Allah.

Titik permulaan adalah sama untuk setiap orang_ Mengasihi Allah dengan hormat dan takut.Jika kita mengasihi Allah,kita ingin hidup menurut jalan yang berkenan kepada-Nya serta memuliakan-Nya_ inilah hidup yang bijaksana.Menjadi bijak mulai dengan percaya kepada Sang Pencipta serta hidup menurut ketetapan-ketetapan-Nya ( Mazmur 119 : 73 ).

  1. Tujuan Nats

Agar mampu memahami serta mengerti maksud: Rencana, Karya dan kehendak Allah terkait dengan “Pendidikan yang baik dan benar”.

  1. Nats Theologia

Hikmat itu karunia Allah (1 Raja 4: 29),tetapi tindakan berhikmat adalah upaya yang selalu harus dilakukan, sehingga tetap penuh dan terisi. Salah satu sarana untuk memenuhi maksud tersebut adalah agar selalu bertindak dengan benar, bijaksana, adil dan jujur dengan cara melakukan “pendidikan” secara terus menerus. (lihat Amsal 4 ).

  1. Maksud, Rencana dan Kehendak Allah

Amsal menampakkan diri dalam kehidupan sehari-hari serta mengantar kita ke tempat yang sesuai dengan kehendak Allah.Terdapat pelajaran bagi orang muda atau yang muda dalam iman,dan mereka yang sudah lebih jauh di jalan yang benar yang masih dapat menambah dan mendalami pengetahuannya.Kitab Amsal ditulis dengan maksud supaya kita makin menjadi orang sebagaimana yang di inginkan oleh Allah,melalui didikan dan pengajaran.

Amsal 1: 3 adalah bagian Firman Allah yang memberi arah dan pandangan hidup bagi kita.Pendidikan /didikan yang baik dan benar dan terus – menerus adalah tindakan yang di hendaki Allah, Karena sesuai maksud dan rencana-Nya.Agar manusia menjadi sempurna di hadapannya.Pendidikan itu menjadikan hidup orang lebih baik dan bermakna, terarah dan mengalami sejahtera.

Salomo menuliskan Amsal-amsal ini supaya orang yang mengikutinya ‘mempunyai pengertian,adil dan jujur dalam segala sesuatu yang mereka lakukan ‘ ( Amsal 1 : 3 ).

Karena hikmah dan kesejahteraan adalah rancangan Allah bagi manusia menuju keuntungan dan kebahagian.Hikmah itu bukan sekedar Akal Budi (Intelektualitas/Pendidikan),tetapi menyangkut Totalitas dari kualitas hidup manusia.Bagaimana Raja salomo memperoleh hikmat? Karna ia memulai dari kerendahan hati, taat dan dengar-dengaran pada Tuhan, Kecerdasan harus di bangun dalam pendidikan, karna itu adalah maksud, rencana dan kehendak Allah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s