General / Perjalanan/Liburan

Cerita Perjalanan 8 Orang Perempuan Ke Eropa

Hari Minggu, 15 September 2013 dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia kami berangkat menuju Jakarta.

Sesuai dengan jadwal yang sudah diatur oleh Kedutaan Jerman, maka pada hari  Selasa (17/09) pukul 12.00 siang kami mengurus Visa untuk masuk ke Jerman. Pada hari Kamis (19/09) Visa kami di terbitkan dan hari Jumat, 20/09 siang itu, kami pun berangkat menuju Kuala Lumpur dengan menumpangi pesawat Malaysia Airlanes.

Perbedaan waktu antara Jakarta dan Kuala Lumpur – Malaysia adalah 1 jam.  Pukul 6 pagi (21/09) pesawat yang membawa kami pun tiba di Bandara Frankfurt – Jerman. Cuaca saat itu dingin, sebab musim gugur. Bisa dibayangkan bahwa kami semua menggunakan baju lapis, juga kaos kaki dan jaket supaya tubuh kami tetap hangat.

Di banding dengan Kuala Lumpur, perbedaan waktu antara Jerman adalah 6 jam.  Dan perbedaan waktu Indonesia Jerman adalah 7 jam sedangkan perbedaan waktu antara Jerman dan Jayapura adalah 8 jam.

Kami dijemput oleh Ibu Pdt. Sosia Parera – Hummel, Bapak Pdt. Ume Hummel, Ibu Pdt. Maureen Marquat, dan Nn Pdt Marudur Siahaan.

Pengalaman menarik di Bandara Frankfurt adalah setiap orang harus bisa membawa dan mengangkat sendiri barang-barangnya sebab tidak ada tenaga buruh atau porter bandara. Melelahkan dan sangat lucu sebab kami punya tas di punggung, dan berjalan serta berlari dalam ruang airport yang cukup panjang dan harus naik tangga sampai lantai tiga, kemudian harus turun lagi ke lantai dasar. Hahahaha..kami sangat lelah. (mungkin ada orang yang menaggap kami ini mungkin TKI) . Tapi kami senang karena tiba di Frankfurt dengan selamat.

Kamipun sudah mandi dan berganti pakain di Airport Frankfrut. Sebab, kami harus naik kereta ke Kalsruhe ( kota perbatasan Jerman – Perancis) dan naik bus dari Karlsruhe menuju Perancis yaitu Taize.  Pukul 20.00 ( jam 8 malam) kami tiba di Taize. Namun cuaca masih terang seperti jam 5 sore. Karena waktu siang yang panjang dalam pergantian musim.

Kami tiba dalam sebuah lokasi komunitas Kristen – Katolik yang beribadah dalam sebuah ruangan yang sama tanpa merasa berbeda dengan orang lain. Bergaul dan berkomunikasi dengan orang Kristen dari seluruh penjuru dunia, berdoa dan berdiskusi tentang Firman Tuhan dalam lungkaran yang sangat Oikumenis, yang di huni dan di kelola oleh para Bruder.

Kami kemudian melapor dan mendaftarkan diri di Kantor dalam komunitas itu. Lalu kami bergabung untuk makan malam. Tepat pukul 9 malam, kami ibadah / kebaktian malam. Setelah itu kami menuju barak yang telah di siapkan bagi kami.

Selama seminggu lamanya kami ada dalam komunitas ini, bersama banyak orang tua, pemuda yang datang dari berbagai negara di dunia untuk mengikuti seluruh kegiatan di Taize.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s